10.3 C
New York
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

REMBUK STUNTING KOLABORATIF DENGAN MAHASISWA KKN UNEJ

Rembuk stunting kali ini (23/08/2022) berbeda dengan rembuk stunting sebelum-sebelumnya. Hal istimewa pada rembuk stunting kali ini, yang diadakan di Aula Kantor Desa Pugerkulon, adalah diikuti oleh mahasiswa KKN dari Universitas Jember (Unej) sebagai implementasi dari program KKN Kolaboratif yang dicanangkan oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto. Selain mahasiswa KKN dari Unej, rembuk stunting yang dilangsungkan oleh Pemdes Pugerkulon ini juga menghadirkan perwakilan dari Camat Puger, Pendamping Desa, BPD, Bidan Desa, Ketua PKK, dan Kader Posyandu.

Sebelum memberikan sosialisasi mengenai stunting, Mahasiswa KKN Unej memberikan pre-test kepada peserta rembuk untuk mengetahui sejauh mana wawasan tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan dalam upaya pencehagahan stunting sejak dini.

Selanjutnya, diadakan edukasi mengenai pentingnya nutrisi di seribu hari pertama kehidupan anak sebagai upaya pencegahan stunting. Ikhtisar yang dapat ditarik pada kesempatan kali ini antara lain:

  1. Pengertian stunting

Stunting adalah gagalnya proses tumbuh kembang bayi akibat kekurangan gizi atau asupan nutrisi.

 

2. Ciri-ciri stunting

a. Pertumbuhan melambat

b. Pertumbuhan gigi terlambat

c. Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar

d. Tanda pubertas terlambat

e. Usia 8 – 10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata

 

3. Penyebab stunting

a. Kurangnya pengetahuan ibu dan akses terhadap makanan bergizi

b. terbatasnya akses kesehatan layanan kehamilan dan pascamelahirkan

c. Kurangnya akses air bersih dan sanitasi

 

4. Pencegahan stunting

a. Ibu hamil makan lebih banyak dari biasanya (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah-buahan)

b. Mengkonsumsi tablet tambah darah

c. Atasi kekurangan iodium dengan mengonsumsi garam

d. Memberikan ASI eksklusif terhadap bayi usia 0 – 6 bulan

e. Pemberian ASI terhadap bayi hingga usia 23 bulan dengan didampingi MP ASI

f. Menanggulangi cacingan

g. Memberikan imunisasi dasar lengkap

h. Menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari

i. Selalu menggunakan jamban sehat

Setelah memberikan sosialisasi mengenai stunting, Mahasiswa KKN Unej memberikan post-test kepada peserta rembuk untuk membandingkan jawaban sebelum dan setelah pemberian edukasi.

Masyarakat Pugerkulon tergolong sebagai masyarakat pesisir patut bersyukur kepada Tuhan YME atas kekayaan sumber daya alam laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi dan balita. Dengan SDM tersebut, warga Desa Pugerkulon tidak memiliki bayi atau balita yang mengalami stunting. Yang ada hanyalah 7 bagi BGM (Balita Garis Merah).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles