Puger kulon – Jember 04 Juli 2020 telah diadakan kegiatan rembuk desa dalam upaya pengurangan angka stunting pada anak sebagai salah satu program dari Rumah Desa Sehat (RDS). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Puger Kulon, Sekretaris Desa Puger Kulon, Bidan Puskesmas, Pendamping Lokal Desa (PLD), Kader Posyandu, dan Perangkat Desa Puger Kulon.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak, dari segi fisik dan mental, akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Balita yang terjangkit stunting akan mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan dalam berpikir.

Kegiatan rembuk desa ini bertujuan untuk :

  1. menyosialisasi pengurangan angka stunting pada anak
  2. mewujudkan Desa Puger Kulon menjadi desa layak anak
  3. mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting pada agar dapat mewujudkan generasi penerus yang sehat.
    Berikut merupakan garis besar parameter usaha pencegahan, permasalan, solusi, dan usulan terkait Stunting yang dibahas dalam kegiatan Rembuk Desa oleh RDS.

A. Parameter Usaha Pencegahan Terkait Stunting

  • Ibu hamil hadir di Posyandu untuk memeriksakan kehamilan minimal 4x (empat kali) selama masa kehamilan
  • Ibu hamil minum Pil Fe minimal 1x (satu kali) selama 90 hari.
  • Ibu bersalin memeriksakan nifas
  • Ibu hamil mengikuti kegiatan konseling gizi (parenting)
  • Ibu hamil memiliki kelengkapan jaminan kesehatan (jamkes) dan administrasi data penduduk (adminduk)
  • Ibu hamil memiliki jamban dan air bersih yang sehat
  • Fasilitas posyandu yang lengkap dan memadai yang meliputi alat ukur tumbuh bayi (alat ukur berat badan dan alat ukur tinggi badan) dan fasilitas pendukung (meja, kursi, dan televisi)

B. Permasalahan Terkait Stunting

  • Ketidakhadiran ibu hamil di posyandu untuk memeriksakan kehamilan minimal 4x (empat kali) belum memenuhi target
  • Ibu hamil tidak mau meminum Pil Fe minimal 1x (satu kali) selama 90 hari
  • Ibu bersalin tidak memeriksakan nifas
  • Ibu hamil tidak mengikuti kegiatan konseling gizi (parenting)
  • Ibu hamil tidak memiliki kelengkapan jaminan kesehatan (jamkes) dan administrasi data penduduk (adminduk)
  • Ibu hamil tidak memiliki jamban
  • Fasilitas posyandu belum lengkap.

C. Solusi atas Permasalahan Terkait Stunting

  • Mengadakan upaya penjemputan atau pemeriksaan door to door bagi ibu hamil yang terkendala hadir di posyandu
  • Mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya Pil Fe bagi kesehatan kandungannya
  • Mengedukasi ibu bersalin mengenai pentingnya memeriksakan nifas secara periodik
  • Mengedukasi ibu hamil untuk mengikuti kegiatan konseling gizi (parenting)
  • Pendataan ibu hamil yang tidak memiliki kelengkapan jaminan kesehatan (jamkes) dan administrasi data penduduk (adminduk) oleh kader posyandu
  • Pengadaan jamban sehat secara kolektif atau pengadaan jamban per rumah
  • Melengkapi fasilitas posyandu yang belum tersedia,

D. Usulan Kegiatan Terkait Stunting

  • Mengusulkan tambahan uang transport bagi kader posyandu atau tenaga kesehatan yang mengadakan upaya penjemputan atau melakukan pemeriksaan door to door.
  • Menyosialisasi ibu hamil mengenai pentingnya Pil Fe bagi kesehatan kandungan
  • Menyosialisasi ibu hamil mengenai pentingnya mengadakan pemeriksaan nifas (pemeriksaan pascapersalinan) secara periodik
  • Menyosialisasi ibu hamil mengenai konseling gizi (parenting)
  • Mengusulkan pengadaan jaminan kesehatan (jamkes) pada Dinas Sosial bagi ibu hamil dan membantu melengkapi administrasi data penduduk (adminduk)
  • Pembangunan jamban sehat secara gotong royong
  • Membeli fasilitas posyandu yang belum tersedia

Diharapkan dengan adanya solusi dan usulan kegiatan terhadap permasalahan yang terkait dengan stunting ini dapat mewujudkan implentasi desa mandiri bagi Desa Puger Kulon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here